Skripsi sudah selesai. Sidang sudah terlewati. Beban di pundakmu sudah resmi diangkat. Dan kamu melewatinya dengan cara yang membuatku semakin kagum.
Tidak semua orang bisa bertahan sampai di titik ini. Tapi kamu bukan orang kebanyakan, Rizki.
Sebagai pasanganmu, aku menyaksikan setiap perjuanganmu dari dekat. Setiap revisi yang melelahkan, setiap malam yang panjang, setiap rasa ragu yang kamu lawan sendiri. Halaman ini adalah caraku menyampaikan betapa dalamnya rasa banggaku padamu.
Setelah semua yang kamu lewati — setiap halaman yang ditulis ulang, setiap teori yang dipahami sampai larut malam, setiap kali kamu hampir menyerah tapi tetap memilih untuk terus —
Rizki, untuk kamu yang memperjuangkan setiap lembar naskah skripsi ini di tengah lelah yang jarang kamu keluhkan —
Aku melihat caramu bertahan. Dari satu revisi ke revisi berikutnya. Caramu membaca belasan jurnal sosial, menata kutipan di tengah malam, hingga saat-saat kamu hampir menyerah tapi memilih untuk tetap duduk dan melanjutkan.
Gelar sarjana IPS ini bukan sekadar selembar ijazah. Ini tentang keberanianmu menyelesaikan apa yang telah kamu mulai. Dan aku, sebagai seseorang yang paling dekat denganmu, merasa sangat beruntung bisa menyaksikan semua itu.
Kamu sering bertanya apakah semuanya akan baik-baik saja. Sekarang kamu sudah tahu jawabannya. Angka 93 itu bukan keberuntungan — itu adalah bukti dari siapa dirimu.
Selalu mendukung setiap langkahmu,
Chalvin